The Ramen Girl

28 Comments

The Ramen Girl

Hari Minggu kemaren saya mengisi waktu liburan saya dengan nonton felem. Hampir setiap akhir pekan saya selalu menyempatkan untuk mengisi kegiatan harian dengan nonton felem. Yah, intinya ingin menyegarkan kembali pikiran dengan yang sudah ngebul selama seminggu. Felem yang saya tonton judulnya “The Ramen Girl” di buat tahun 2008.

Dari judulnya saja kita sudah dibuat penasaran, oleh karena itu saya nyoba untuk ngedonlot felemnya. Felem ini dibintangi oleh Almarhumah Britanny Murphy yang berperan sebagai Abby. Abby ini adalah seorang warga Amerika yang datang ke Tokyo untuk menyusul sang pacar tercinta Ethan yang bekerja di sana. Tetapi ketika sampai di Tokyo si Ethan malah ninggalin si Abby di Tokyo sendirian.

Karena udah tanggung datang dan bekerja sebagai editor naskah di sebuah perusahaan biro hokum, Abby pun melanjutkan hidupnya di Tokyo.

Suatu malam Abby jalan ke depan apartemennya dan masuk ke sebuah kedai mie ramen. Bapak penjual mie ramen itu bilang klo kedainya telah tutup, tapi si Abby ini ga ngerti bahasa Jepang jadi tetep aja masuk trus nangis sesegukan. Karena merasa kasian sama si Abby, si penjual mie ramen ini membuatkan semangkuk mie ramen untuk Abby.

Sambil menyantap semangkuk mie ramen si Abby bercerita tentang kisah hidupnya pake bahasa Linggis eh…. English hohoho (ngegaring dikit biar rame :mrgreen:). Karena si Penjual mie ramen ini juga ga ngerti English, jadi diapun menanggapinya dengan senyum2 aja. Dan berpikir klo si Abby ini rada-rada sakit. Jadi istilahnya si Abby ngomong ngaler, si Penjual ngomong ngidul. Ga bakal ketemu ketemu.

Ga tau karena lapar ato doyan, si Abby melahap semangkuk mie ramen itu sampai tak berbekas hanya tinggal mankok sama sumpit doank. Yaiyalah, masa mangkok sama sumpit dimakan, sefrustasi-frustasinya orang pasti tau mana yang harus dimakan mana yang harus disisain. Ketika Abby mau bayar ke mie ramennya, istri dari penjual mie ramen itu menolak uang dari si Abby.

Mungkin si ibu berpikir promosi ke orang bule gapapa lah sekali-kali gratis, asalkan ntar bisa diajak ke Amerika. Akakakak… itu mah gw yang ngarep pengen ke Amerika :D.

Keesokan harinya  sepulang dari tempat kerja, Abby kembali singgah ke kedai mie ramen dan menyantao semangkuk mie. Di kedai itu ada seorang pria Jepang yang sedang sedih sama seperti si Abby. Tetapi setelah memakan mie ramen, Abby dan pria Jepang tiba-tiba tertawa terbahak. Mie ramen itu seperti obat duka bagi orang lagi putus cinta.

Tuch… bagi yang lagi putus cinta ato ditinggalin pacar mending makan mie ramen, siapa tau setelah makan mie ramen, semua masalah dan rasa sedih bisa hilang.

Dari situ Abby penasaran bagaimana cara membuat mie ramen. Soalnya si Abby juga ingin membuat orang lain tertawa dan bahagia. Sepertinya ada resep rahasia dibalik semangkuk mie ramen yang dimakannya.

Abby pun meminta ke penjual mie ramen itu untuk mengajarinya cara membuat mie ramen. Pertama-tama si Penjual mie menolak untuk mengajarinya, tapi karena Abby terus memaksa si Penjual mie pun menurutinya dan menyuruh Abby untuk datang esok hari pukul 05.00 pagi ke kedainya.

Keesokan harinya jam 05.15 Abby datang ke kedai dengan semangat untuk belajar. Di kedai itu Abby tidak langsung diajari memasak, tapi disuruh membersihkan semua peralatan masak. Dan yang paling ngebuat si Abby kesel adalah dia harus membersihkan toilet. Trus dia harus mengantarkan mangkuk-mangkuk mie ramen ke konsumen. Pokoknya hari pertama dia latihan di kedai itu adalah hari yang sanget berat.

Anjisss… klo saya jadi si Abby udah saya urungkan niat untuk jadi koki mie ramen. Apa-apaan disuruh ngbersihin toilet, kan niatnya pengen jadi koki, ko disuruh jadi ngebersihin toilet. Bertolak belakang banget.

Hari demi hari truz dilewati. Abby semakin terbiasa dengan kerjaan sebagai pelayan di kedai mie ramen. Suatu saat ketika dia mau mengambil tumpukan sumpit di lemari, ada beberapa foto dan amplop yang jatuh. Ternyata itu adalah foto dari anak si Penjual mie ramen. Anaknya ini ternyata lebih suka jadi koki masakan Perancis daripada menjadi koki mie ramen, dan dia sedang belajar di Paris. Jadi si Penjual mie ramen ini ga punya penerus untuk meneruskan usahanya ini. Seharusnya setiap koki mie ramen harus punya seorang penerus, tapi si Penjual mie merelakan anaknya belajar ke Paris.

Setelah hampir setahun bekerja, si Penjual mie baru memberitahu Abby resep mie ramen. Resep mie ramen ini tidak hanya sekedar bumbu-bumbu saja. Dan tidak semua orang bisa menjadi koki mie ramen. Mie ramen itu harus dibuat dengan sepenuh hati, dengan jiwa yang bersih dan penuh semangat. Karena apabila tanpa itu semua, kuah ramen akan terasa hambar di lidah konsumen.

Untuk pertama kalinya Abby mencoba untuk membuat mie ramen. Abby membuat mie ramen dengan sepenuh hati sehingga air matanya mengalir. Mie ramen yang dibuatnya dicicipi oleh tetangga sekitar kedai mie ramen. Dan tak lama setelah menyantao mie ramen Abby, para tetangga itu jadi menangis karena teringat hal-hal yang membuat mereka sedih. Jadi intinya, perasaan si pembuat mie ramen akan terasa oleh si pemakan mie ramen. Klo pembuat mie ramen membuat mie ramen dengan penuh rasa bahagia, maka penikmat mie ramen pun akan terbawa bahagia.

Apakah benar mie ramen seperti itu? Wah jadi penasaran niyh pengen nyoba. Tapi awas jangan nyoba mie reman yach, ntar bisa2 setelah menghabiskan semangkuk mie reman yang makan jadi reman pasar. Hahahahaha….

Apakah Abby berhasil menjadi koki handal dan mewarisi semua resep yang diajarkan oleh si Penjual mie ramen? Dan apakah Ethan akan kembali menemui Abby? Untuk kelanjutannya silahkan anda tonton sendiri masing-masing dirumah.

Kayaknya akan lebih nikmat klo sambil nonton ditemani semangkuk mie ramen. Hehehe…

Intinya felem ini mengajarkan kita untuk melakukan segala sesuatu itu dari hati, jangan asal-asalan. Sehingga orang lain bisa merasakan kerja keras kita dalam melakukan pekerjaan itu.

Advertisements

Pengalaman Pertama Itu Terasa Sakit dan Berdarah

46 Comments

Hari Kamis Tanggal 18 Maret 2010 kemaren saya melakukan hal itu. Hal yang bagi sebagian orang mungkin akan berpikir dua kali untuk melakukan. Karena hal itu mengandung resiko yang lumayan berat. Selain itu juga dapat menyebabkan orang yang melakukannya menjadi lemas.

Hal itu terjadi sepulang saya mengantarkan barang dari gedung sebelah. Secara tidak sengaja saya diajak teman saya untuk mendaftar. Dengan hati yang berdegup kencang dan tanpa pengalaman sebelumnya saya pun memberanikan diri.

Dalam selembar formulir terdapat 2 halaman. Halaman pertama saya isi dengan biodata lengkap saya sesuai KTP :D. Di halaman itu juga terdapat pertanyaan “Apakah saya pernah melakukan hal ini sebelumnya?” Saya pun menjawab “Tidak Pernah”. Dan halaman berikutnya berisi pertanyaan-pertanyaan, beberapa diantaranya :

Pertanyaan : Apakah Anda sehat?

Jawaban : Ya. (Masa orang sakit bisa jalan2 sih!)

Pertanyaan : Kapan terakhir Anda dioperasi?

Jawaban : Tidak Pernah (Memang saya tidak pernah dioperasi :P)

Pertanyaan : Apakah Anda punya penyakit?

Jawaban : Tidak (Saya ga punya yang berat kayak asma, diabetes atau yang lainnya. Mungkin penyakit sedikit kurang waras iya hehehehe :D)

Dan beberapa pertanyaan yang menjurus :

  1. Apakah anda pernah berhubungan sex? Jawaban Saya : Jujur ga yach. Malu niyh. Hehehe…. Tidak. Sampai saat ini Saya masih perjaka Ting Tings Tulen.
  2. Kapan terakhir anda berhubungan sex? Jawaban Saya : Kan sudah dijawab di atas, saya masih perjaka, jadi ga mungkin kemaren saya berhubungan sex.
  3. Apakah anda seseorang yang suka sesame jenis? Jawaban : Dengan Tegas saya jawab. TIDAK. Gile aja orang CuaQef kayak saya harus jadi gay, kasian ntar cewe2 cantik ga bakal kebagian cowo ganteng. Hehehe….

Setelah mengisi formulir, saya lanjut untuk melakukan periksa tekanan darah, timbang badan, cek trombosit dan golongan darah. Pas di cek darah itu, jari saya dimasukin sesuatu sampai keluar darah. Awwww…

Karena banyak sekali orang yang antri, jadi saya pun memilih untuk jalan sebentar sampai nama saya dipanggil petugas.

Nama saya dipanggil tak lama setelah nama teman saya itu. Jantung saya berdegup kencang banget. Gaya gravitasi bumi terasa berat (lebayyyy!!!) Tetapi dengan segenap hati saya mantapkan untuk terus maju sampai semua proses selesai. Walaupun saya tau bakal terasa sakit, apalagi ini adalah pengalaman pertama. More

Serasa Normal Kembali

25 Comments

Sebelumnya saya mau ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah masih memberikan saya waktu untuk dapat mengisi blog yang jarang ke urus ini. Dan atas semua nikmat, hidayah, inayah, taufik dan segala karunia yang diberikan kepada orang masih suka berbuat dosa di warnet ato pun di tempat lainnya (maklum cowo :D) Wah udah kayak pembukaan sambutan acara peresmian gedung aja.

Pasti semuanya bertanya2 dengan judul postingan saya kali ini “Serasa Normal Kembali”. Emangnya selama ini saya sakit jiwa ato kenape?? Ko’ merasa normal lagi, ato mungkin normal bagi saya adalah kebalikan dari orang lain. Yang menurut saya normal itu adalah agak sedikit kurang waras (baca : gila) sedangkan menurut orang lain normal itu adalah sehat akal dan pikiran. Berarti memang bener klo selama ini saya ga normal kayaknya.hihihi…

Bukan… bukan itu. Maksud saya normal kembali adalah saya kembali menjadi pegawai seperti pegawai pada umumnya, pegawai yang normal pastinya. Yupz… selama ini saya merasa menjadi karyawan yang abnormal. Hal pertama yang membuat saya merasa saya karyawan abnormal adalah hari kerja saya yang tidak normal seperti karyawan lainnya. Saya dan kedua teman saya Rizki dan Fana masuk kerja tiap hari Senin, Selas, Rabu dan Kamis. Hari Jum’at kami bertiga libur. Hari Sabtu kita masuk kerja kembali pengganti hari Jum’at. Dan hari Minggu libur total.

Selanjutnya adalah urusan duit keringet (baca : gajian ato upah). Saya biasa gajian tanggal 13. Seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya (wajib baca biar tau sampe detail :D) klo gajian saya suka telat. Bahkan yang terakhir telat 3 hari. Bisa bayangin kan gimana klo saya lagi ada perlu tanggal 13 ato pengen nonton sama Sang Beibeh. Bakal berabe klo ga da kertas berharga itu. Bisa2 kena skor ga boleh ngapel. Hehehehe

Alhamdulillah…

Do’a saya dan rekan kerja saya yang sama2 mengalami ketidak-normalan ini dikabul juga. Bener kata orang, klo orang yang teraniaya do’a bakal di denger Allah. Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 4 bulan, mulai Minggu ini hari kerja saya kembali menjadi hari Senin sampe Jumat, Sabtu Minggu libur. Maknyuzzz…. Puwolll…. Bisa ngapel 2 hari berturut-turut ga berhenti niyh. Hihihihi *ketawa setan*

Dan satu lagi yang paling penting, yaitu… eng ing eng… tanggal gajian saya jadi tiap akhir bulan. Bareng-bareng sama karyawan yang lain, para Direksi, Manager, Supervisor, Staff, dan seluruh pegawai yang gajiannya tiap akhir bulan. Lagian kayaknya di dunia ini cuma saya dan 3 teman saya aja yang gajian tanggal 13. Harusnya diabadikan di Museum Rekor Indonesia sebagai tanggal Gajian Paling Keramat. *ngayal banget*

Gimana dengan Anda-anda, kamu-kamu serta kalian-kalian semua, apakah ada yang merasa hidup seperti apa yang kalian cari ato kalian inginkan selama ini telah tergapai dan membuat hidup kita terasa benar-benar bermakna? Karena semua kerja keras yang kita lakukan berbuah manis.

Selamat Hidup Normal.

Compile Glest 3.2.2 Menggunakan Visual Studio 2003

24 Comments

Baiklah kali ini saya akan membagi sedikit ilmu tentang dunia compile-mengcompile.

Apakah sudah ada yang mengunduh Glest 3.2.2 source. Kalo belum silahkan unduh dulu. Bisa di unduh di sini http://sourceforge.net/projects/glest/files/. Pilih glest source versi 3.2.2 dan glest data 3.2.1.

Glest

Untuk mengcompile Glest 3.2.2 ini saya sengaja menggunakan Visual Studio 2003 karena library di Visual Studio 2003 lebih lengkap bila dibandingkan dengan Visual Studio versi lainnya. Setahu saya sich gitu, tapi kalo ada yang bisa megcompile selain dengan Visual Studio 2003 mohon kasih tau saya gimana caranya! Saya kan masih baru, jadi mohon bimbingan dari semuanya!

1. Software yang harus di install :

  • Microsoft Visual Studio 2003
  • Winrar, Winzip, 7zip atau software untuk membuka file compress.

2. External Library yang dibutuhkan :

3. Pembuatan Directori untuk penyimpanan Source file :

  • Buat folder dengan nama ‘Glest’ di drive ‘D’ atau “E” sesuai dengan selera Anda. Jangan di “C” karena nanti takut terformat apabila Anda akan install ulang Windows.
  • Di dalam folder ‘Glest’ tadi, buat kembali folder dengan nama “Dependencies” dan “Glest3.2.2”.
  • Folder ‘shared_lib’ yang ada di folder “glest_source_3.2.2\source”, folder library (‘xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60’, ‘OggVorbis-win32sdk-1.0.1’ dan ‘GLsdk’) yang telah dibuka cempress-nya (di unzip) di copy lalu paste ke folder ‘Dependencies’.
  • Buka folder ‘shared_lib’ lalu buat folder baru dengan nama ‘lib’.
  • Buka folder ‘Glest3.2.2’ lalu buat folder baru dengan nama ‘Source’ dan ‘bin’.
  • Copy semua folder yang ada di folder “glest_source_3.2.2\source\glest_game” ke folder ‘Source’ yang ada di dalam folder ‘Glest3.2.2’.
  • Copy semua file dan folder yang ada di folder “glest_data_3.2.1\glest_game” ke folder ‘bin’.

4. Pembuatan GlestLib :

  • Buka Microsoft Visual Studio 2003, pilih ‘File’ -> ‘New’ -> ‘Project’. Pada layar ‘New Project’ pilih ‘Visual C++ Projects’ -> ‘Win32’ -> ‘Win32 Console Project’.
  • Beri nama project sebagai ‘GlestLib’. Ubah ‘Location’ menjadi ‘D:\Glest\Dependecies\shared_lib’. Klik ‘OK’.
  • Di layar ‘Win32 Application Wizard’ pilih ‘Application Settings’. Di Additional Options pilih : ‘Empty Project’ dan Application type : klik ‘Static Library’. Klik ‘Finisih’.
  • Di project GlestLib yang kita buka di Visual Studio, klik kanan folder ‘Source Files’ -> ‘Add’ -> ‘New Folder’ dan beri nama ‘Graphics’. Buat lagi folder yang lainnya di dalam ‘Source Files’ dan beri nama ‘Lua’, ‘Platform‘, ‘Sound‘, ‘Util‘ dan ‘Xml‘.
  • Di dalam folder ‘Graphics’ yang terdapat pada ‘Source Files’ dan ‘Header Files’, buat folder dengan nama ‘gl’.
  • Sekarang kita dapat menambahkan file ke dalam folder yang sesuai. Dengan cara klik kanan pada folder ‘Graphics’ -> ‘Add’ -> ‘Add Existing Item’. Di dalam layar ‘Add Existing Item’, arah ke folder ‘D:\Glest\Dependencies\shared_lib\sources\graphics’, kemudian pilih semua file yang berekstensi *.cpp klik tombol ‘Open’.
  • Selanjutnya, untuk folder ‘gl’ klik kanan folder ‘gl’ -> ‘Add’ -> ‘Add Existing Item’. Di dalam layar ‘Add Existing Item’, arahkan ke folder yang ‘D:\Glest\Dependencies\shared_lib\sources\graphics\gl’, kemudian pilih semua yang berekstensi *.cpp klik tombol ‘Open’. File tersebut harus berada di subfolder yang bernama ‘gl’ yang ada di bawah folder ‘Graphics’ pada project Visual Studio.
  • Lakukan langkah yang sama pada folder ‘Lua’, ‘Platform‘, ‘Sound‘, ‘Util‘ dan ‘XML‘. Untuk folder ‘Sound’ kita hanya memasukkan file yang ada di folder ‘D:\Glest\Dependencies\shared_lib\source\sound’ dan ‘D:\Glest\Dependencies\shared_lib\sources\sound\ds8’ tanpa harus menambahkan subfolder di dalamnya. Dan untuk folder ‘Platform‘ kita memilih file yang ada di folder ‘win32‘.
  • Sekarang kita membutuhkan langkah yang sama untuk ‘Header Files’. Jadi buatlah folder di bawah ‘Header Files’ di dalam project (‘Graphics‘, ‘Graphics\GL‘, ‘Lua’, ‘Platform‘, ‘Sound‘, dan ‘XML‘). Setelah membuat folder, ulangi langkah di atas untuk menambahkan file ke dalam folder yang sesuai, tapi arahkan ke folder ‘D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\’. Kali ini kita hanya akan menambahkan file yang berekstensi *.h, bukannya *.cpp seperti sebelumnya.
  • Selanjutnya kita memerlukan file yang ada di library GLsdk. Ada file sebuah  source file (glprocs.c) and beberapa header files (wglext.h, gl.h, glext.h, glprocs.h). File tersebut berada di folder ‘D:\Glest\Dependencies \GLsdk\GL’. Gunakan cara seperti di atas untuk menambahkan 1 source file dan 4 header file. Simpan saja file tersebut di folder ‘Source Files’ dan ‘Header Files’  tanpa harus membuat folder baru.
  • Klik kanan project ‘GlestLib’ di Visual Studio dan pilih ‘Properties’. Klik folder ‘C/C++’ dan pilih ‘General’. Atur ‘Output Directory’ isi dengan ‘.\lib’. Kemudia klik ‘Additional Include Directories‘, lalu atur seperti berikut :

D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\graphics
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\graphics\gl
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\lua
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\platform\win32
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\sound
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\sound\ds8
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\util
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\xml
D:\Glest\Dependencies\GLsdk\GL
D:\Glest\Dependencies\oggvorbis-win32sdk-1.0.1\include
D:\Glest\Dependencies\xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60\include

  • Di bawah ‘General’, klik ‘Precompiled Headers’. Atur ‘Create/Use Precompiled Header‘ menjadi ‘Not using precompiled headers‘.
  • Klik folder ‘Librarian’ dan pilih ‘General’. Atur ‘Output File’ menjadi ‘$(OutDir)/GlestLib.lib’ untuk ‘Release’ dan ‘$(OutDir)/GlestLibd.lib’ untuk ‘Debug’.
  • Klik ‘Additional Library Directories‘, lalu atur seperti berikut :

C:\Program Files\Microsoft Visual Studio .NET 2003\Vc7\PlatformSDK\Lib;
D:\Glest\Dependencies\oggvorbis-win32sdk-1.0.1\lib;
D:\Glest\Dependencies\xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60\lib;
D:\Glest\Dependencies\xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60\bin;
D:\Glest\Dependencies\lualib

  • Sekarang silahkan compile projectnya. Klik kanan ‘GlestLib’ project pilih ‘Build’. Atau tekan tombol ‘F5’. Apabila Anda telah mencoba membuild project tetapi gagal, klik ‘Clean Solution’, kemudian klik ‘Build’ kembali.
  • Untuk melihat hasil compile, silahkan buka folder ‘lib’ yang ada di dalam folder ‘shared_lib’ dan temukanlah file GlestLib.lib.

5. Pembuatan Glest 3.2.2 :

  • Buka Microsoft Visual Studio 2003 atau pada project ‘GlestLib’, pilih ‘File’ -> ‘New’ -> ‘Project’. Pada layar ‘New Project’ pilih ‘Visual C++ Projects’ -> ‘Win32’ -> ‘Win32 Console Project’.
  • Beri nama project sebagai ‘Glest’. Ubah ‘Location’ menjadi ‘D:\Glest\Glest3.2.2‘. Klik ‘OK’.
  • Di layar ‘Win32 Application Wizard’ pilih ‘Application Settings’. Di Additional Options pilih : ‘Empty Project’ dan Application type : klik ‘Console Application’. Klik ‘Finisih’.
  • Di project ‘Glest’ yang kita buka di Visual Studio, klik kanan folder ‘Source Files’ -> ‘Add’ -> ‘New Folder’ dan beri nama ‘Ai’. Buat lagi folder yang lainnya di dalam ‘Source Files’ dan beri nama ‘Facilities’, ‘Game‘, ‘Global‘, ‘Graphics‘, ‘Gui’, ‘Main’, ‘Menu’, ‘Network’, ’Sound’, ‘Type_Instances’, ‘Types’ dan ‘World‘. Lakukan hal yang sama di dalam folder ‘Header Files’.
  • Sekarang kita dapat menambahkan file ke dalam folder yang sesuai. Dengan cara klik kanan pada folder ‘Ai’ -> ‘Add’ -> ‘Add Existing Item’. Di dalam layar ‘Add Existing Item’, arah ke folder ‘D:\Glest\Glest3.2.2\Source\ai’, kemudian pilih semua file yang berekstensi *.cpp klik tombol ‘Open’.
  • Lakukan langkah yang sama pada folder ‘Facilities’, ‘Game‘, ‘Global‘, ‘Graphics‘, ‘Gui’, ‘Main’, ‘Menu’, ‘Network’, ’Sound’, ‘Type_Instances’, ‘Types’ dan ‘World‘.
  • Sekarang kita membutuhkan langkah yang sama untuk ‘Header Files’. Jadi buatlah folder di bawah ‘Header Files’ di dalam project (‘Ai’, ‘Facilities’, ‘Game‘, ‘Global‘, ‘Graphics‘, ‘Gui’, ‘Main’, ‘Menu’, ‘Network’, ’Sound’, ‘Type_Instances’, ‘Types’ dan ‘World‘). Setelah membuat folder, ulangi langkah di atas untuk menambahkan file ke dalam folder yang sesuai, tapi arahkan ke folder ‘D:\Glest\Glest3.2.2\Source\’. Kali ini kita hanya akan menambahkan file yang berekstensi *.h, bukannya *.cpp seperti sebelumnya.
  • Klik kanan project ‘Glest’ di Visual Studio dan pilih ‘Properties’. Klik folder ‘C/C++’ dan pilih ‘General’. Atur ‘Output Directory’ isi dengan ‘..\bin’. Kemudia klik ‘Additional Include Directories‘, lalu atur seperti berikut :

D:\Glest\Glest3.2.2\Source\ai;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\facilities;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\game;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\global;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\graphics;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\gui;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\main;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\menu;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\network;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\sound;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\type_instances;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\types;
D:\Glest\Glest3.2.2\Source\world;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\graphics;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\graphics\gl;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\lua;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\platform\win32;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\sound;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\sound\ds8;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\util;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\include\xml;
D:\Glest\Dependencies\GLsdk\GL;
D:\Glest\Dependencies\oggvorbis-win32sdk-1.0.1\include;
D:\Glest\Dependencies\xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60\include

  • Di bawah ‘General’, klik ‘Precompiled Headers’. Atur ‘Create/Use Precompiled Header‘ menjadi ‘Not using precompiled headers‘.
  • Klik folder ‘Linker’ dan pilih ‘General’. Atur ‘Output File’ menjadi ‘$(OutDir)/Glest.exe’ untuk ‘Release’ dan ‘$(OutDir)/Glestd.exe’ untuk ‘Debug’.
  • Klik ‘Additional Library Directories‘, lalu atur seperti berikut :

C:\Program Files\Microsoft Visual Studio .NET 2003\Vc7\PlatformSDK\Lib”;
D:\Glest\Dependencies\lualib;
D:\Glest\Dependencies\GLsdk\GL;
D:\Glest\Dependencies\oggvorbis-win32sdk-1.0.1\lib;
D:\Glest\Dependencies\xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60\bin;
D:\Glest\Dependencies\xerces-c_2_6_0-windows_nt-msvc_60\lib;
D:\Glest\Dependencies\shared_lib\lib

  • Klik ‘Input’ di bawah folder ‘Linker’, isi ‘Additional Dependencies‘ seperi berikut :

OpenGL32.lib
glu32.lib
glaux.lib
dsound.lib
dxguid.lib
GlestLib.lib
ogg_static.lib
vorbis_static.lib
vorbisfile_static.lib
xerces-depdom_2.lib
xerces-c_2.lib l
ua51.lib
Ws2_32.lib
BGHELP.lib

  • Sekarang silahkan compile projectnya. Klik kanan ‘GlestLib’ project pilih ‘Build’. Atau tekan tombol ‘F5’. Apabila Anda telah mencoba membuild project tetapi gagal, klik ‘Clean Solution’, kemudian klik ‘Build’.

6. Jalankan file exe yang telah di compile

  • Buka folder ‘bin’ yang ada di dalam folder ‘D:\Glest\Glest3.2.2’ jalankan file ‘Glest.exe’.

Hal yang perlu diperhatikan adalah komputer anda harus dapat menjalankan Glest. Untuk mengetahuinya, terlebih dahulu install Glest yang sudah ada sebelumnya (instalannya).

Penjelasan :

  1. Drive ‘D’ adalah drive yang ada di komputer yang saya pakai. Silahkan anda mengatur sendiri Drive mana yang akan anda pakai sesuai keinginan anda.
  2. Untuk menginstall glutlib anda dapat membaca file ‘Read Me.txt’.

Tips :

  1. Untuk penulisan direktori sebaiknya ditulis seperti ini ‘..\include\graphics’. Gunanya apabila project itu akan dipindah ke direktori yang berbeda, tidak perlu mengatur kembali. Makan banyak waktu.

Untuk penjelasan lebih lanjut bisa lihat di website Glest atau pun bergabung dengan Forum Glest. Setelah source bisa di compile dengan sukses, maka sekarang anda dapat membuat scenario game anda sendiri berdasarkan Engine Glest ini.

Selamat Mencoba!

Begitulah ilmu yang dapat saya bagi pada postingan kali ini. Kalo ada  yang mau ditanyakan silahkan memberikan komen. Atau apabila ada yang mau menyanggah atau memberikan masukkan akan saya terima dengan senang hati.

Untuk referensi selebihnya bisa dilihat di :

Note : Sebenarnya saya ingin memposting ini dari jauh-jauh hari, tetapi karena kesibukan dan sangat MALAS-nya saya untuk mengingat kembali langkah-langkah yang sedikit rumit sehingga pekerjaan ini sedikit terhambat. Semoga bermanfaat.