Orang kampoeng Sok Ngota!

38 Comments

Saya adalah orang kampung, lahir di Bandung pesisiran, Bandung Selatan lah tepatnya mah. Orangtua berasal dari Garut. Makin ketauan kan kampungannya. ehehehehe

Truz ceritanya untuk ngisi waktu luang di akhir pekan, saya memilih renang, di Kolam renang lah pastinya, bukan diempang  ato di sungai kayak di Garut. Kan di Bandung udah ga da empang sama sungai yang enak untuk diarungi lagi, hehehehe *nyentil dikit*. Dan juga cuaca di Bandung lagi HOT banget, kayaknya renang memang cocok banget untuk dilakukan.

Jadinya sekitar jam 12.30 siang, pas matahari lagi terik2nya menyinari bumi Parahyangan ini, saya bergegas berangkat dari Bandung Selatan ke Bandung Utara. Ceritanya kita pengen nyari kolam renang yang agak ngota dikit, yowiss saya sama sodara pilih renang di Sabuga aja. Selain karena lumayan enakeun, tempatnya luas, yach karena murah. Apalagi faktornya klo selain itu.*wkwkwkwk :P*

Dari rumah kita berangkat menggunakan motor Mio Biru (My First Bike lho! 😀 ). Kita tlusuri jalanan yang biasa dilalui oleh bus Damri untuk mencapai Dago. Setelah sampai jalan Taman Sari kita pun langsung masuk ke Sabuga lewat jalan biasa. Setelah masuk kawasan Sabuga dan muter2, ko’ ga nemu2 jalan buat ke kolam renang yach?? Klo jalan kaki sich kita bisa lewat mana aja ga perlu mikirin parkir, tapi ini kan bawa motor. Klo disimpan jauh dari kolam renang bisa2 pas pulang renang raib tuch motor. Kasian kan My First Bike. akakakak

“Malu bertanya sesat di kamar jalan.”

Dengan muka tebal dan belaga sok polos, saya pun nanya sama penjual yang ada di Sabuga.

“Pak, upami jalan ka kolam renang palih mana nyak?” translate : “Pak, klo jalan ke kolam renang sebelah mana yach?” kata Orang Kampung a.k.a saya  sendiri…
“Oh.. kolam renang mah ka palih ditu sep (sebutan buat anak cowo!)”, kata penjual sambil nunjuk ke tadi datang. translate : “Oh… kolam renang ke sebelah sana ganteng!”wkwkwkwk

Ya udah nurut aja apa kata penjual, saya puter balik truz keluar dari Sabuga. Setelah muter2 dikit, akhirnya ketemu juga jalan masuk menuju kolam renang. Dengan wajah senang gembira, kayak anak kecil dikasih permen saya pun segera meluncur ke ticket box *gayaaa orang kampung ngomong ticket box :mrgreen: *

Di depan ticket box saya ditanyain sama Teteh2 yang  jaga, “Mau kemana mas?”. Saya pun langsung jawab, “Tiket renang 2 orang.”
Apa anda2 semua tau apa kata2 yang selanjutnya keluar dari Teteh itu. Inilah kata2nya, “Maaf tutup mas, lagi dipake sama ladies.”

GUBRAKKKKKKK!!!!!

Badan saya langsung lemes. Muka langsung pucat. Waduh… udah mah panas2an dari selatan ke utara, siapin makanan buat bekel bela2in ga makan dulu dari rumah. Eh pas nyampe tempat tujuan ternyata tutup sodara sodara…

‘Tak ada rotan akar pun jadi.”

Tak jadi renang di Sabuga, akhirnya kita memutuskan untuk renang di WaterPark.

Karena Water Park adanya Selatan Kota Bandung, kita pun kembali bergerak ke selatan. Panas2an lagi. Sebelum renang di kolam renang, saya renang di motor dulu. Pake keringat yang bercucuran karena kepanasan. Akhirnya sekitar jam 14.15 kita berhasil sampe di WaterPark.

Inilah faktor pertama saya ga milih WaterPark buat renang, yaitu tiketnya 25.000. Beda jauh sama Sabuga yang cuma 8.000. Walopun emang fasilitas di WaterPark itu lebih, soalnya ada ‘sosorodotannya‘ *bahasa orang kampung*. Daripada ga jadi kan makin bete. Udah panas2an, ke Sabuga kolam renangnya ditutup, udah bawa makanan. Masa harus dibawa balik lagi ke rumah. Tapi gapapalah kan bentar lagi mau gajian. akakakakak

Water Park Bandung Indah Golf

 

Yupz.. berakhir petualangan orang kampung dalam mencari kolam renang. 

Lagi meluncur dengan gaya kepala duluan

 

Sekian untuk liburan kali ini. Smoga ini merupakan teguran bagi orang kampung yang sok Ngota. akakakak

Advertisements

Kesetiaan Hachiko

38 Comments

Kesetiaan atau loyalitas merupakan batang dari suatu kepercayaan, tanpa kepercayaan maka mustahil ada kesetiaan. Kesetiaan biasanya diperlukan untuk suatu hubungan. Seperti hubungan antar kekasih, hubungan antara konsumen dan produsen, hubungan antara bawahan dan atasan. Kesetiaan ini menjadi kunci suatu hubungan tetap terjaga karena kesetiaan ini adalah dasar atau fundamental dalam membangun hubungan.

Maaf bagi yang sedang jatuh cinta, yang baru saja jadian, yang baru saja menikah. Kali ini saya tidak akan membahas kesetiaan dalam hubungan pacaran, tetapi hubungan antara seorang hewan peliharaan dan majikannya. Yaitu cerita mengenai Hachiko, anjing yang begitu sangat setia sekali kepada majikannya. Kali ini saya akan mereview Hachiko dari sudut pandang filmnya.

Saya persingkat saja ceritanya, soalnya ingatan saya tentang film ini sudah sedikit berkurang dikarenakan saya nonton filmnya sudah lumayan lama. Hehehehehe *Alesan supaya ga di tipuk bata. 😀*

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sebuah pesantren shaolin ato kuil di Jepang. Hachiko ini akan dikirim ke suatu tempat, tetapi di tengah perjalanan rumah kandang Hachiko jatuh di dekat stasiun kereta api. Dan pintu kandangnya rusak hinggat Hachiko bisa berjalan keluar dari kandang. Tak lama kemudian datanglah seorang professor bernama Parker Wilson yang tiap hari selalu melewati stasiun. Hachiko pun mendekati professor tersebut dan mencium kaki sepatunya.

Karena takut ada pemilik anjing mencari anjingnya yang hilang, professor pun mengembalikan anjing lucu ini ke kandangnya. Tetapi setelah beberapa langkah professor melangkah, anjing itu keluar dari kandang dan mendekati professor. Dan dengan penuh kasian professor pun kembali memasukkan anjing itu ke kandangnya. Tak lama setelah dimasukkan ke dalam kandang, Hachiko pun kembali mengejar professor. Akhirnya professor membawa Hachiko ke rumahnya.

Setelah beberapa hari tinggal bersama professor, Hachiko pun tahu jadwal professor berangkat kerja dan pulang kerja. Hingga setiap hari professor selalu berangkat ke stasiun bersama Hachiko. Dan apabila mendekati jam pulang Hachiko selalu berangkat ke stasiun untuk menunggu ke pulangan professor di depan stasiun.

Selain itu, Hachiko juga sudah dianggap sebagai anggota keluarganya. Istri dan putri Pak professor juga sangat menyayangi Hachiko. Walaupun pada awalnya istri professor kurang menyukai binatang di rumahnya. Karena semakin hari professor semakin akrab dengan Hachiko, hati istrinya pun ikut lama-lama luluh juga.

Suatu hari ketika akan berangkat kerja, gerak gerik Hachiko tidak seperti biasanya. Biasanya Hachiko selalu semangat untuk mengantar majikannya ke stasiun, tapi kali ini Hachiko seperti melarang majikannya itu untuk berangkat kerja. Professor dan istrinya merasa ada yang aneh, tapi tetap tidak terlalu menghiraukan Hachiko dan professor berangkat ke stasiun tanpa diantar Hachiko.

Setelah sampai di stasiun seorang penjual Hot Dog, merasa heran kenapa Hachiko tidak mengantar professor. Tak lama setelah bertanya kepada professor Hachiko pun datang dan memeluk majikannya. Masih sama seperti di rumah, Hachiko menghalangi professor untuk berangkat, tapi setelah diberitahu sang majikan bahwa dia harus mengajar Hachiko pun dengan berat merelakan majikannya pergi.

Ternyata intuisi seorang hewan peliharaan itu memang kuat, sang majikan meninggal dunia akibat serangan jantung ketika sedang mengajar.

Ketika jam menunjukkan waktu pulang kerja, Hachiko bergegas menuju stasiun untuk menyambut kedatangan majikannya. Tapi apa daya sang majikan tidak kunjung datang. Sampai larut malam Hachiko tetap menunggu kedatangan professor. Namun professor tak datang juga. Tak kemudian suami dari putri professor menjemput Hachiko di stasiun dan membawanya pulang.

Setelah professor dimakamkan, Hachiko tinggal bersama putri professor. Di rumah putri professor Hachiko selalu ingin keluar rumah. Karena putri professor mengerti keinginan Hachiko, dia pun membiarkan Hachiko pergi dari kandangnya.

Hachiko langsung pergi menuju stasiun untuk menunggu kepulangan majikannya. Tapi di sana ia tidak menemukan majikannya. Berhari-hari, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun ia tidak melihat majikannya datang untuk memeluknya lagi. Namun karena kesetiaanya ia tidak pernah berhenti untuk menunggu sang majikan keluar dari pintu stasiun. Hingga hampir semua orang yang lewat di stasiun mengenal Hachiko dan member ia makan.

Setelah detik berganti detik, hari berganti hari, musim berganti musim dan tahun berganti tahun berlalu, ia tetap tidak akan bisa melihat majikannya kembali. Penantiannya berakhir hingga pada suatu saat Hachiko meninggal di depan stasiun tempatnya menunggu sang majikan.

******Pengen Nangis******

Begitulah kesetiaan seorang anjing pada majikannya. Kesetiaan Hachiko ini melebihi kesetiaan konsumen ke produsen, bawahan ke atasan, bahkan mungkin kesetiaan seorang pacar.

Dari film ini saya mulai berfantasi, gimana klo saya punya pasangan yang bisa setia sampai mati melebihi kesetiaan Hachiko kepada Professor. Wah… mantap banget. Dan katanya pasangan suami istri yang berbahagia selama di dunia akan dipersatukan lagi nanti di surge. Amiiin..

Hachiko

Karena muslim tidak diperbolehkan untuk memelihara anjing, maka saya memelihara anjing di dunia maya saja. Saya punya anjing di game Farmville dan menamai anjing saya Hachiko. Klo mau ngadd saya jadi neighbour, silahkan add aja FB.

Smoga yang baca postingan saya kali ini mendapatkan kesetiaan yang tak berujung. hehehehehe 😀

Award Pertama. Cihuyyyy!

40 Comments

Kemaren tanpa disangka dan tanpa diduga saya akhirnya mendapatkan juga Award dari sahabat blogger BimaSakti88. Entah ada angina pa sehingga award itu bisa sampai ke tangan saya. Padahal belom satu tahun saya aktif berjelajah di dunia blog. Dan klo di liat2 postingan yang saya publish tidak semenarik postingan dari tetangga blog yang lainnya. Tapi dengan mendapatkan Award ini saya semakin termotivasi untuk mempublish postingan yang lebih baik dan lebih bermanfaat lagi. Semoga!

Ga mau kalah seperti para selebritis, saya mau ucapkan terima kasih kepada para pembaca setia postingan saya. Emank ada gitu… hehehehe kepada Bapak BimaSakti88 yang telah mendistribusikan Awardnya kepada saya. Kepada teman-teman di tempat kerja, truz para atasan yang telah memberikan koneksi internet yang hebat, sehingga saya tetap bisa eksis di dunia blog. Ga tau gimana jadinya klo di kantor ga bisa konak konek. Rasanya ga afdhuol klo kerja ga sambil blogwalking, browsing, chatting, apalagi download. Hihihihih *ketawa setan*

Ini dia Award-nya :

Award Pertama

Sekali lagi terima kasih banyak atas partisipasi anda semuanya. Karena dukungan anda semua saya bisa ngeksis di dunia blog tanpa harus lebay plissss…

Seperti titah sebelumnya, maka Award ini saya teruskan kepada teman-teman yang ada di Blogroll saya. Silahkan untuk mengambilnya.

Terima kasih!