Kesetiaan atau loyalitas merupakan batang dari suatu kepercayaan, tanpa kepercayaan maka mustahil ada kesetiaan. Kesetiaan biasanya diperlukan untuk suatu hubungan. Seperti hubungan antar kekasih, hubungan antara konsumen dan produsen, hubungan antara bawahan dan atasan. Kesetiaan ini menjadi kunci suatu hubungan tetap terjaga karena kesetiaan ini adalah dasar atau fundamental dalam membangun hubungan.

Maaf bagi yang sedang jatuh cinta, yang baru saja jadian, yang baru saja menikah. Kali ini saya tidak akan membahas kesetiaan dalam hubungan pacaran, tetapi hubungan antara seorang hewan peliharaan dan majikannya. Yaitu cerita mengenai Hachiko, anjing yang begitu sangat setia sekali kepada majikannya. Kali ini saya akan mereview Hachiko dari sudut pandang filmnya.

Saya persingkat saja ceritanya, soalnya ingatan saya tentang film ini sudah sedikit berkurang dikarenakan saya nonton filmnya sudah lumayan lama. Hehehehehe *Alesan supaya ga di tipuk bata.😀*

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sebuah pesantren shaolin ato kuil di Jepang. Hachiko ini akan dikirim ke suatu tempat, tetapi di tengah perjalanan rumah kandang Hachiko jatuh di dekat stasiun kereta api. Dan pintu kandangnya rusak hinggat Hachiko bisa berjalan keluar dari kandang. Tak lama kemudian datanglah seorang professor bernama Parker Wilson yang tiap hari selalu melewati stasiun. Hachiko pun mendekati professor tersebut dan mencium kaki sepatunya.

Karena takut ada pemilik anjing mencari anjingnya yang hilang, professor pun mengembalikan anjing lucu ini ke kandangnya. Tetapi setelah beberapa langkah professor melangkah, anjing itu keluar dari kandang dan mendekati professor. Dan dengan penuh kasian professor pun kembali memasukkan anjing itu ke kandangnya. Tak lama setelah dimasukkan ke dalam kandang, Hachiko pun kembali mengejar professor. Akhirnya professor membawa Hachiko ke rumahnya.

Setelah beberapa hari tinggal bersama professor, Hachiko pun tahu jadwal professor berangkat kerja dan pulang kerja. Hingga setiap hari professor selalu berangkat ke stasiun bersama Hachiko. Dan apabila mendekati jam pulang Hachiko selalu berangkat ke stasiun untuk menunggu ke pulangan professor di depan stasiun.

Selain itu, Hachiko juga sudah dianggap sebagai anggota keluarganya. Istri dan putri Pak professor juga sangat menyayangi Hachiko. Walaupun pada awalnya istri professor kurang menyukai binatang di rumahnya. Karena semakin hari professor semakin akrab dengan Hachiko, hati istrinya pun ikut lama-lama luluh juga.

Suatu hari ketika akan berangkat kerja, gerak gerik Hachiko tidak seperti biasanya. Biasanya Hachiko selalu semangat untuk mengantar majikannya ke stasiun, tapi kali ini Hachiko seperti melarang majikannya itu untuk berangkat kerja. Professor dan istrinya merasa ada yang aneh, tapi tetap tidak terlalu menghiraukan Hachiko dan professor berangkat ke stasiun tanpa diantar Hachiko.

Setelah sampai di stasiun seorang penjual Hot Dog, merasa heran kenapa Hachiko tidak mengantar professor. Tak lama setelah bertanya kepada professor Hachiko pun datang dan memeluk majikannya. Masih sama seperti di rumah, Hachiko menghalangi professor untuk berangkat, tapi setelah diberitahu sang majikan bahwa dia harus mengajar Hachiko pun dengan berat merelakan majikannya pergi.

Ternyata intuisi seorang hewan peliharaan itu memang kuat, sang majikan meninggal dunia akibat serangan jantung ketika sedang mengajar.

Ketika jam menunjukkan waktu pulang kerja, Hachiko bergegas menuju stasiun untuk menyambut kedatangan majikannya. Tapi apa daya sang majikan tidak kunjung datang. Sampai larut malam Hachiko tetap menunggu kedatangan professor. Namun professor tak datang juga. Tak kemudian suami dari putri professor menjemput Hachiko di stasiun dan membawanya pulang.

Setelah professor dimakamkan, Hachiko tinggal bersama putri professor. Di rumah putri professor Hachiko selalu ingin keluar rumah. Karena putri professor mengerti keinginan Hachiko, dia pun membiarkan Hachiko pergi dari kandangnya.

Hachiko langsung pergi menuju stasiun untuk menunggu kepulangan majikannya. Tapi di sana ia tidak menemukan majikannya. Berhari-hari, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun ia tidak melihat majikannya datang untuk memeluknya lagi. Namun karena kesetiaanya ia tidak pernah berhenti untuk menunggu sang majikan keluar dari pintu stasiun. Hingga hampir semua orang yang lewat di stasiun mengenal Hachiko dan member ia makan.

Setelah detik berganti detik, hari berganti hari, musim berganti musim dan tahun berganti tahun berlalu, ia tetap tidak akan bisa melihat majikannya kembali. Penantiannya berakhir hingga pada suatu saat Hachiko meninggal di depan stasiun tempatnya menunggu sang majikan.

******Pengen Nangis******

Begitulah kesetiaan seorang anjing pada majikannya. Kesetiaan Hachiko ini melebihi kesetiaan konsumen ke produsen, bawahan ke atasan, bahkan mungkin kesetiaan seorang pacar.

Dari film ini saya mulai berfantasi, gimana klo saya punya pasangan yang bisa setia sampai mati melebihi kesetiaan Hachiko kepada Professor. Wah… mantap banget. Dan katanya pasangan suami istri yang berbahagia selama di dunia akan dipersatukan lagi nanti di surge. Amiiin..

Hachiko

Karena muslim tidak diperbolehkan untuk memelihara anjing, maka saya memelihara anjing di dunia maya saja. Saya punya anjing di game Farmville dan menamai anjing saya Hachiko. Klo mau ngadd saya jadi neighbour, silahkan add aja FB.

Smoga yang baca postingan saya kali ini mendapatkan kesetiaan yang tak berujung. hehehehehe😀