Tangga ini bukan sekedar tangga biasa, tapi tangga dimana saya, dan 6 saudara (Asep, Fana, Rhendy, Rifky, Rizki dan Syarif) melepas rasa penat, kecewa, sebel, mengeluh, sedih, senang, mengumpat, dll.

Tangga ini biasa kami sebut “Tangga Harapan”. Karena di tangga ini kami selalu berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih baik pula dan pimpinan yang jauh lebih baik tentunya. Mungkin harapan kami ini yang akan mendengar hanya tembok bercat putih dan Allah swt.

Di tangga harapkan kita selalu membicarakan tentang kelakuan Si Bos yang selalu cemberut, membicarakan tamu-tamu yang mau datang ke kantor tapi setelah semua produk sudah siap diperlihatkan tamunya ga jadi datang, atau kita disuruh datang lebih awal untuk persiapan tapi ternyata tamunya tetep saja datangnya siang, tentang kerjakan kita yang semakin “geje” alias ga jelas mau di bawa kemana hasilnya, ngomongin gaji yang ga naek naek, ngomongin gimana rencana supaya kita bisa terbebas dari belenggu ini, ngomongin cewe, ngomongin kejadian kejadian lucu yang terjadi selama kerja dan masih banyak lagi perbincangan yang kami bahas di “Tangga Harapan”.

Pernah ada kejadian kita bertujuh di tegur oleh seorang mahasiswa yang akan melaksanakan solat dzuhur. Soalnya waktu itu kita lagi asyik ngobrol truz ketawa kita ga control (baca : kenceng) dan tempat kita nongkrong ini bersebelahan sama mushola, otomatislah kita kena semprottt. Kemudian kejadian selanjutnya beberapa minggu kemarin. Waktu itu lagi ada yang lagi diskusi sekitar 8 orang. Orang-orang yang berdiskusi itu jaraknya sama kita2 ga terlalu deket sekitar 15 m, tapi sekali lagi karena ketawa kita ga control (baca : kenceng banget) kita dapet semprottt lagi untuk yang kedua kalinya. Untung yang kedua kali ini kita di sapa (baca : ditegur secara halus) oleh cewe cantik. Dan bagi saya itu bukanlah suatu teguran, tapi suatu sapaan. “ngayal disapa cewe cantik😛

Tangga Harapan

Di “Tangga Harapan” ini kami bertujuh biasa nongkrong saat jam istirahat yaitu jam 12.00 sampai 13.00, tapi kalo bahan pembicaraan lagi numpuk biasanya jam 13.00 kita baru masuk kantor lagi😀 . Lalu pada saat solat Ashar sekitar jam 15.30 sampe 16.30 itu udah maksimal, karena kita juga masih bertanggungjawab sama kerjaan. Nyadar dikitlah, malu sama yang di atas hehehe Jadi klo ada yang ingin kopdar sama saya datang aja ke tanggal deket mushola Labtek VIII.😀

Pertama kali kumpul anggota kita terdiri dari 7 orang, setelah 10 bulan bersama kini yang tertinggal hanya 5 orang. Rifky a.k.a Si Damned keluar dari kantor di akhir bulan Mei 2010, karena memilih karier ikut Kejuaraan Nasional di Bidang Pencak Silat. Kemudian disusul oleh Rhendy yang meninggalkan kami pada tanggal 3 Juni 2010 kemaren, karena merasa sudah tidak tahan kerja dengan gaji yang pas-pasan dan menunggu panggilan dari perusahaan lain yang lebih bonafit. Dan kini mungkin yang akan nongkrong sambil berharap di Tangga Harapan hanya tinggal 5 berlima. Kami juga ga tau siapa lagi yang akan pergi meninggalkan Tangga Harapan ini di bulan depan.

Bicara mengenai HARAPAN, saya mempunyai sebuah harapan di bulan Juni ini yaitu dapat lulus SNMPTN dengan nilai yang terbaik dan masuk universitas yang saya tuju. Amiiiiiiiiiiiin. Mohon do’anya ya!