Tangga Harapan

37 Comments

Tangga ini bukan sekedar tangga biasa, tapi tangga dimana saya, dan 6 saudara (Asep, Fana, Rhendy, Rifky, Rizki dan Syarif) melepas rasa penat, kecewa, sebel, mengeluh, sedih, senang, mengumpat, dll.

Tangga ini biasa kami sebut “Tangga Harapan”. Karena di tangga ini kami selalu berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih baik pula dan pimpinan yang jauh lebih baik tentunya. Mungkin harapan kami ini yang akan mendengar hanya tembok bercat putih dan Allah swt.

Di tangga harapkan kita selalu membicarakan tentang kelakuan Si Bos yang selalu cemberut, membicarakan tamu-tamu yang mau datang ke kantor tapi setelah semua produk sudah siap diperlihatkan tamunya ga jadi datang, atau kita disuruh datang lebih awal untuk persiapan tapi ternyata tamunya tetep saja datangnya siang, tentang kerjakan kita yang semakin “geje” alias ga jelas mau di bawa kemana hasilnya, ngomongin gaji yang ga naek naek, ngomongin gimana rencana supaya kita bisa terbebas dari belenggu ini, ngomongin cewe, ngomongin kejadian kejadian lucu yang terjadi selama kerja dan masih banyak lagi perbincangan yang kami bahas di “Tangga Harapan”.

Pernah ada kejadian kita bertujuh di tegur oleh seorang mahasiswa yang akan melaksanakan solat dzuhur. Soalnya waktu itu kita lagi asyik ngobrol truz ketawa kita ga control (baca : kenceng) dan tempat kita nongkrong ini bersebelahan sama mushola, otomatislah kita kena semprottt. Kemudian kejadian selanjutnya beberapa minggu kemarin. Waktu itu lagi ada yang lagi diskusi sekitar 8 orang. Orang-orang yang berdiskusi itu jaraknya sama kita2 ga terlalu deket sekitar 15 m, tapi sekali lagi karena ketawa kita ga control (baca : kenceng banget) kita dapet semprottt lagi untuk yang kedua kalinya. Untung yang kedua kali ini kita di sapa (baca : ditegur secara halus) oleh cewe cantik. Dan bagi saya itu bukanlah suatu teguran, tapi suatu sapaan. “ngayal disapa cewe cantik 😛

Tangga Harapan

Di “Tangga Harapan” ini kami bertujuh biasa nongkrong saat jam istirahat yaitu jam 12.00 sampai 13.00, tapi kalo bahan pembicaraan lagi numpuk biasanya jam 13.00 kita baru masuk kantor lagi 😀 . Lalu pada saat solat Ashar sekitar jam 15.30 sampe 16.30 itu udah maksimal, karena kita juga masih bertanggungjawab sama kerjaan. Nyadar dikitlah, malu sama yang di atas hehehe Jadi klo ada yang ingin kopdar sama saya datang aja ke tanggal deket mushola Labtek VIII. 😀

Pertama kali kumpul anggota kita terdiri dari 7 orang, setelah 10 bulan bersama kini yang tertinggal hanya 5 orang. Rifky a.k.a Si Damned keluar dari kantor di akhir bulan Mei 2010, karena memilih karier ikut Kejuaraan Nasional di Bidang Pencak Silat. Kemudian disusul oleh Rhendy yang meninggalkan kami pada tanggal 3 Juni 2010 kemaren, karena merasa sudah tidak tahan kerja dengan gaji yang pas-pasan dan menunggu panggilan dari perusahaan lain yang lebih bonafit. Dan kini mungkin yang akan nongkrong sambil berharap di Tangga Harapan hanya tinggal 5 berlima. Kami juga ga tau siapa lagi yang akan pergi meninggalkan Tangga Harapan ini di bulan depan.

Bicara mengenai HARAPAN, saya mempunyai sebuah harapan di bulan Juni ini yaitu dapat lulus SNMPTN dengan nilai yang terbaik dan masuk universitas yang saya tuju. Amiiiiiiiiiiiin. Mohon do’anya ya!

Advertisements

Orang-orang di sekitarku.

39 Comments

Hmm… Karena sebentar lagi akan memasuki awal tahun baru 2012, maka kali ini saya akan mempromosikan memposting tentang orang-orang yang ada dilingkungan baru kerja saya. Memang orang-orang ini belum lama saya kenal, hanya sekitar 6 bulan. Tapi walaupun cuma 6 bulan, kami di sini sudah merasa seperti keluarga, soalnya kami terbiasa melakukan segala hal bersama-sama. Mulai dari makan siang bersama. Emm… biasanya kita bawa bekel makan dari rumah masing-masing, lumayan penghematan :P. Lalu solat dhuhur dan ashar bareng. Biasanya sebelum shalat kita selalu ngobrol terlebih dahulu, bisa sebentar bisa juga lama. Tergantung suasa di kantor aja. Klo di kantor lagi santai, biasanya kita sengaja lamain waktu shalatnya (kan BT di kantor truz! hha :D). Tapi klo lagi banyak kerjaan, kita kurangi waktu ngobrolnya sedikit. Toleransi buat kerjaan lah pastinya. Truz supaya para atasan kita ga terlalu curiga. haha

Baiklah saya akan mengurutkan orang-orangnya menurut abjad.

1. Asep Syarif Hidayat a.k.a Asyar
Orang yang satu adalah orang selalu tertindas di kantor. Ga beda jauh nasibnya kayak saya. Selalu dikasih kerjaan yang ga sesuai dengan jobdesk, misalkan disuruh buat Extra Joss (emanknya kita nglamar jadi OB :P), buat kertas A4 dari A3 dengan cara memotongnya menggunakan cutter (pasti capek banget tuch!). Tapi Kang Asyar (saya biasa manggil dia gitu) ini orangnya sabar banget, truz enak buat diajak sharing, dewasa, dll.

2. Fana Barkah a.k.a Fana
Fana ini programmer tulen. Diantara kita bertujuh, dia yang selalu dapat tugas yang paling keren. Mulai dari ikutan rapat tingkat tinggi (maksudnya dengan para petinggi kantor), bikin web yg susahnya minta ampun (sekarang sich lagi fokus di Wi-Max), jadi asisten dosen, dll. Dia ini klo disuruh coding udah ga usah diraguin lagi, udah khatam kayaknya! Ga cuma soal coding mengcoding, soal cewe dia juga jagonya! hihihi

3. Imam Suhendi a.k.a ImUmPh a.k.a Saya Sendiri
Saya orang yang paling pendiam di antara bertujuh. Saya orang yang paling sering dikomentarin. Saya ga begitu jago coding. Pokoknya semuanya serba biasa-biasa aja! Tapi saya biasanya dapet kerjaan yang standar ga berat-berat banget. Pas lah dengan kemampuan saya yang biasa juga. hehe

4. Rifky Mulki Akbar a.k.a Damned!
Pengen tau kenapa dia disebut c’Damned? Soalnya dia pernah kehilangan file kerjaannya, yang sudah dikerjain selama 3 bulan. Gila ga tuch! Udah gitu, kadang dikerjainnya sampe malem. Gara-gara pas ada pergantian komputer dia nitip file kerjaan ke Kang Asyar. Karena space harddisk kompinya kang Asyar dikit lagi dia mau ngdelete data-data yg ga penting. Pokoknya diantara mereka berdua ada percakapan yg intinya Kang Asyar nanyain k c’Damned klo data yg dititipin boleh dihapus ato ga. Dan karena c’Damned lagi asyik ngenet liat BB dia ngjawab hapus aja. Eh pas besoknya c’Damned confirm k Kang Asyar data yg kmarin dah dihapus blom. Apa mau dikata nasi dah jadi bubur. Semua data hilang kandas tak berbekas. Mau dibalikin pake software datanya dah ga kebaca lagi. Ya udah bikin baru lagi dech! Ga tau siapa yg salah siapa yg bener. Selain itu, C’Damned ini pernah dibata truz disebut “Newbie Alay Tolol” di Kaskus, soalnya pernah posting berita tentang bakalan terjadi gempa susulan, tapi ada satu kaskuser lain yang menganggap klo berita itu cuma hoax aja dan tanpa ampun c’kaskuser itu langsung ngasih bata ke c’Damned ini! Waduhhhhhh.. Damned.. Damned.. haha

5. Rizky Fauzian a.k.a Rizky
Rizky ini orang paling g4uL diantara kita bertujuh. Dia tahu situs-situs asyik yang bisa membuat suasana di kantor jadi ga boring. Kayak Kaskus, Omegle, dan Indowebster (situs yang paling kita cintai, yang sekarang dah di blok ma Admin Kantor, gara-gara kita suka donlot film dari situs ini, dan bisa menghabiskan Bandwidth yang besar). Udah gitu orang ini paling rajin klo meng-unblock situs kita tercinta. Dia juga jaga jago bikin 3d.

6. Rhendy Ary Perdana a.k.a Rhendy
Klo orang ini, orang yang paling banyak bacot diantara kami bertujuh. Dialah orang yang tertawa paling ngakak klo melihat ada diantara kita ada yang menderita. Dialah orang yang paling bahagia klo diantara kita ada yang kena musibah atau melakukan kesalahan. Kadang sekecil apapun kesalahan yang kita lakukan, tapi terlihat sama orang ini maka akan menjadi suatu kesalahan besar. Orang ini senang memberi beban ke orang lain (hehehe Peace Ren!). Tapi kerjaanya paling oke, paling rajin klo disuruh belanja komponen. Kerjaannya paling rapi.

7. Syarif Hidayat I. Kosasih a.k.a Syarif
Dia adalah hacker kita semua. Karena dia, Indowebster dapat kami buka kembali, dan browsing pun jadi lancarrrrr. hahaha Dia yang ngelola website Moodle, Project SVN. Ga ada yang dia ga tau soal jaringan (mungkin).

Selain kami bertujuh, ada juga para pembimbing (bos) kami, yaitu :
1. Hendrayana Rahmat.
Pak Hendra ini adalah sesepuh Senior Programmer di kantor kami. Dia membimbing Saya, Fana, Rizky dan Rifky. Jangan pernah bertanya “Apa itu C++??”, “Apa itu Java??”, soalnya dia dah hafal di luar dalem kepala. Coding dia jagonya! Project yang pernah dia kerjaan salah satunya adalah simRAD atau simulasi banjir dengan menggunakan C++. simRAD ini merupakan pemrograman Object 3D, jadi kita bisa melihat simulasi banjir secara 3D. Keren kan! Pak Hendra paling senang maen FarmVill di Facebook (jangan bilang-bilang!).

2. Syahban Rangkuti
Pak Syahban atau sering dipanggil oleh rekan-rekan seangkatannya Ucok (kami sih ga berani panggil dia begitu! haha). Ga usah ditanya lagi, Pak Syahban ini memang berasal dari Medan (yaiyalah, dari namanya aja udah ketauan). Seperti orang Sumatera kebanyakan, Pak Syahban ini bertampang keras, tegas dan menyeramkan (Ampun Pak!). Tapi klo kita udah kenal sama Pak Ucok, semua pandangan kita akan berubah, karena ternyata di balik tampangnya yang sangar, dia mempunyai hati yang baek (seneng kan pak sekarang!). Kebiasaan buruk Pak Ucok ini adalah pelupa. Pak Ucok pernah kehilangan flashdisik yg baru dibeli, truz besoknya hilang gara-gara lupa nyimpen.

3. Ferlin Ashadi.
Pak Ferlin adalah penyelamat kami bertujuh. Karena Pak Ferlin paling tau isi hati kami bertujuh. Misalkan pada saat pada saat kantong kering, Pak Ferlin suka kita ngasih kerjaan dengan ngjagain Stand2 Pameran yang biasa diikuti LSKK. Nah setelah itu, kantong kita pun kembali tebal, karena dapet Bonus dari kerjaan itu. Dan klo ada liburan, Pak Ferlinlah yang mengabarkannya (Seperti pembawa berita baik aja Pak Felin ini! :D)
Ini foto diambil waktu kita buka puasa bareng ramadhan kemarin. Enak lho dibayarin Pak Bos! 😀

Bubar 2

Bubar 1

Bubar 1

Bubar 2

Bubar 3

Di belakang panzer.

Yang paling kita senengin di kerjaan kita adalah kita bisa ngenet dengan kecepetan di atas rata-rata (klo lagi kosong), kerjaan yang ga blom begitu banyak. Tapi klo ada pameran kita bisa kerja lembur. Pernah waktu itu ada pameran, kita kerja dari jam8 pagi sampe jam6 pagi keesokan harinya. Dan jam9 kita harus udah siap lagi kerja buat ngejaga stand. Maknyuzzz banget kan!
Nah itulah orang-orang yang ada disekitar lingkungan kerja saya. Merekalah orang-orang baru yang saya kenal semenjak lulus dari SMK. Dan sekarang merekalah yang tempat saya berbagi. Kadang kami bertujuh, masih diam di kantor sampe malem walaupun semua pembimbing udah pada pulang. Kami bisa internetan sepuas-puasnya sambil menghidupkan Speaker yang kenceng truz lagu-lagu dugem (Pesta BandWidth kami biasa menyebutnya!). Klo mau ng-Add mereka boleh aja. Silahkan!

Semoga di tahun 2010 dan seterusnya bisa mendapatkan orang2 baru lagi yang lebih banyak, asyik, ga sombong, suka menyabun menabung, enakeun lah pokok na mah! Klo kamu gimana?

Apakah dia merasakannya ??

11 Comments

Pas nonton 2012, sebenarnya saya nonton bareng temen a.k.a kecengan saya dari pas masuk SMK dulu. Ga tau knapa, dari pas pertama masuk kelas, truz ngliat dia saya ngerasa ada yg beda dari dirinya, perbedaan dari cewe2 pada umumnya lah.

Saya sengaja ngajak dia nonton, soalnya saya udah lama ga nonton ke bioskop dan kayaknya ga da lagi temen yg bisa diajak nonton. Kan setelah lulus sekolah, kita sibuk dengan dunia kita masing2, ada yang kuliah, adayg kerja, ada yg balik k kampong halaman buat dinikahkan (hhe, ada ga yah??). Jadi ga da lagi waktu buat ketemu. Kebetulan sekarang dia lagi kerja di Ciwalk sekalian aja saya ajak ngeDate itu istilah teman saya yg ngsmz waktu kita lagi asyik nonton.

Pas kemaren ketemu saya ngliat perbedaan yg drastis banget. Waktu jalan di lantai2 saya ngeliat ke bawah buat nyari dia. Dari ujung ke ujung truz sata cari, sampai akhirnya saya nemuin dia lagi ngliatin saya dari bawah, ternyata dia dari tadi udah ngeliat saya lagi jalan.

Pertama2 saya ga nyadar klo itu dia, tapi pas diliat lagi dengan seksama dan penuh ketelitian saya yakin dialah orang yg saya ajak nonton. Soalnya dia ga pake kerudung kayak waktu sekolah dulu. Rambutnya pendek diatas bahu, gaya rambutnya Agnes Monica-lah tapi agak panjang dikit. Katanya itu tuntutan pekerjaan yang dia geluti sekarang. Secara dia dah besar, harus bisa mandiri, ga mungkin masih minta2 ma orang tua, walau pun gitu tetep bangga ngeliat dia teruz.

Lalu saya datengin dia ke bawah. Kita ketawa2, ngobrol bentar. Karena ada itu masih jam kerja, dan ada kejaan yg harus diberesin akhirnya kita putuskan untuk menunaikan kewajiban masing2, dia kembali kerja dan saya jalan2 aja sendirian di Ciwalk.

Saya truz nungguin dia sampe jam kerjanya beres, lalu ganti baju. Setelah itu baru kita beli snack+minuman, lalu bergegas naik ke lantai2 untuk  nonton 2012.

Karena filmnya maen skitar sejam lagi, maka kita habisin waktu dengan ngobrol. Mulai dari masalah kerjaan, ngomongin anak2 sekelas, sampe masalah pribadi. Dia cerita klo adalah salah satu anak kelas yg nembak dia via message di FB, tapi pake kata yg sedikit kasar. Dia ngomong ke saya, “Sebenarnya orang itu teh mau nembak ato marah2 sih? Ya udah saya balez aja “Hehehehe” di messagenya.” Truz dia cerita lagi klo ada teman ato bisa dibilang sahabat saya ma dia, dan kita dulu pernah suka satu kelompok bareng gitu. Katanya cwo itu suka nganter dia pulang klo pulangnya malem dan kakaknya ga bisa jemput dia. Truz cwo itu nembak dia lewat smz, tapi dia tolak soalnya dia bilang lagi seneng maen bareng banyakan, lagi pengen rame2, blom mw ngjalanin lagi hubungan khusus. Saya pikir dia memang masih trauma ma pacarnya yg kmaren mungkin, secara dia kan baru putus ma temen sekelas juga.

Dah gitu kita masuk studio. Di dalem studio saya ngeliat dia selalu ketakutan klo ada adegan yang tegang di film 2012, kayak tanah hancur, gedung2 roboh, tsunami yang gede banget, sampe2 dia nangis. Dengan sangat malu2 saya coba buat nenangin dia, truz saya suruh dia buat pegang tangan saya. Dan dia pun menyambutnya dengan menaruh telapak tangannya di telapak tangan saya. Saya deg-degan banget, saya takut dia bakal nolak uluran tangan saya. Lagian kita kan masih berteman, blom ada ikatan khusus. Saya pegang erat banget tangannya supaya dia ga ketakutan lagi, mau saya peluk takut dibilang ngambil kesempatan dalam kesempitan, ya udah ga jadi, truz saya bilang aja, “Jangan takut lah, itu mah kan cuma di film.” Dia pun sedikit tersenyum dengan ucapan saya tadi. Tapi ternyata dia truz ketakutan klo ada adegan2 yg tegang lagi, kadang dia menutup mata sambil menundukan kepala dipundak saya (wahhh tambah deg-degan lagi!), atau megang tangan saya dengan kuat.

Ditengah keromantisan yg ga sengaja terjadi itu, ada aja halangan yg jadi penggangu, yaitu saya “kebelet” alias pengen kencing. Soalnya saya baru ngabisin minuman 1 botol gara2 haus banget dah makan popcorn yg keasinan. Iya niyh, mentang2 popcornnya cuma goceng, katanya lagi promosi eh ternyata popcorn yg rasanya asin banget, jadi dijualnya dengan harga yg miring. Karena takut keromantisan ini hilang saya pun menahan rasa kebelet ini sampe filmnya beres. Tau ga saya harus nahan kebelet ini sejam lebih soalnya film 2012 durasinya 2 jam setengah. Untung saya bisa nahan, dan untungnya lagi saya ga kena kencing batu gara2 harus nahan buat kebelakang selama sejam lebih.

Balik lagi ke topik semula, pas pegangan tangan, saya ngerasain jantung berdetak lebih cepat, suasana jadi sunyi, pokoknya dunia jadi serasa berhenti berputar untuk sekian detik, serasa melayang (berlebihan banget! :P). Tapi saya ga tau apa yg dia rasain pada saat itu terjadi, saya harap dia merasakan apa yang saya rasakan. Amiiin.

Setelah selesai nonton,saya anter dia pulang ke Soreang. Di tengah jalan kami singgah di dulu di Jl. Lengkong Besar, katanya dia ada perlu sebentar di rumah sodaranya. Saya nunggu di motor ketika dia masuk rumah sodaranya itu. Lagi asik ngeliatin kendaraan yg lalu lalang ditambah air yg turun akibat gerimis pada saat itu, saya mendengar ada orang yg nyapa, “Nak (sambil mengajak untuk berjabat tangan), Tjedi!”. Dalam hati, “Tjedi! Perasaan pernah dengar kata itu, tapi dimana yah!”. Truz Orang itu melanjutkan kata2nya, “Ayahnya ………”

Dhuarrrr!!! (Padahal ga da petir atau kilat yg nyambar, cuma hujan gerimis doank, tapi aneh saya denger suara petir yah?)

Kaget dunk saya, belom apa2 dah mau dikenalin aja ma orangtuanya. Dalam hati lagi, “Maaf pak, saya belom mau menikah, saya masih pengen kerja, saya belom pernah ngerasain kuliah, saya masih mau senang2 dengan status bujangan saya, saya masih mau beli barang2 yang saya ingin, saya belom mau punya anak.!!” Hhe lebay!!

Ternyata Ayahnya cuma mau bilang hati2 dijalannya, jangan ngebut, awas jalannya licin. Seperti orangtua lainnya yg memberi nasihat kepada anaknya. Saya pun ngerasa memang harus hati2, secara saya sama dia pernah jatuh dari motor gara2 nabrak tukang gorengan. Ahhhh..malu-maluin niyh!!

Setelah pamit kepada orang tuanya kami melanjutkan perjalanan ke Soreang. Wah cuaca benar2 memang sedang tidak mendukung, sepanjang perjalanan gerimis truz tak ada henti2nya. Aspal basah karena hujan, becek, tapi masih banyak ojek kok. (hhe garing!!)

Saya antar dia sampe depan gerbang rumahnya. Tapi tidak pamit pulang dulu sama ibunya, kayaknya udah pada tidur. Dan saya pun pulang ke rumah dengan muka kotor gara2 kecipratan air dari kendaraan motor yg ada didepan saya, celana basah, kedinginan, dan juga sedikit masuk angin.

Itulah pengalaman pertama saya ketika nonton bareng teman. Namanya juga masih deket2an blom ada sesuatu jalinan yg mengikat, jadi rasanya masih kaku aja.

Semoga ada manfaatnya bagi kamu yg baca. Doakan semoga cerita saya ini berakhir dengan bahagia.