I’m The Next …..

46 Comments

Beberapa minggu ga posting bukan karena kagak ada ide ato tema, tapi lebih kepada penenangan jiwa raga dan pikiran #gaya. Ide untuk posting sih ada, tapi malas buat mencet-mencet tombol keyboard yang tebel. Entar kapalan lagi jari-jarinya. πŸ˜€ Sebenarnya lagi menenangkan diri dari segala kepenatan dan rencana melanjutkan kehidupan yang lebih baik.

Yoo Man… Minggu kemaren tepatnya tanggal 17 Juli 2010 hasil tes SNMPTN diumumkan melalui web snmptn.ac.id. Setelah pagi-pagi sekitar jam09.00 pergi ke warnet dan buka alamat situs itu. Masukin No. Peserta 110-34-021001019 dan keluar hasilnya.

Maaf, nomor peserta 110-34-021001019 tidak diterima. :berduka #pasrah

Gapapalah. Bisa ikut tahun depan lagi kalo ada umur dan biaya. Mank ga ketuaan yach tahun depan ikut snmptn lagi. πŸ˜›

Sekarang tinggal masalah kerjaan. Dari awal masuk kerja, saya memang sudah berencana untuk ga kerja yang lama. Cukup 1 tahun saja. Soalnya pengen banget kuliah, tapi ga pengen masuk kelas karyawan. Entar temen-temen sekelas babeh-babeh sama engkong-engkong dunk. Bisa2 sebelum umur 25 muka udah kayak umur 35. Tidak! Jadi emang sudah berniat masuk kelas regular. <titik>

Setelah menimbang, memilih, memperhatikan dan mensurvey ke seluruh penjuru Bandung, ane milih masuk ke salah universitas yang ada di Jl. Dipati Ukur. Dengan pertimbangan kualitas, jarak dan tentunya biaya yang terjangkau sama si Babeh.

Karena bulan Juli ini masih sibuk sama kerjaan, jadinya daftar kesana pas hari Sabtu. Dan setelah banyak tanya-tanya sama mbak di bag. registrasi akhirnya ane daftar dan membayar biasa pendaftaran sebesar Rp 250.000. Lancar.

Daftar kuliahnya sudah sukses. Sekarang kita menghadapi satu tantangan lagi, yaitu gimana caranya resign yang baik dan benar. πŸ˜€

Seminggu sebelum akhir bulan Juli ini, setelah rapat kerjaan baru untuk bulan Agustus sampai November sebelum Bapak Bos (“Mr. Try”) pulang #detail, saya ngomong bentar.

Si Saya : “Pak, kan saya ada rencana untuk kuliah. blah bloh bleh ….. saya mau resign akhir bulan ini.”

Si Bos : “Emang ga bisa sambil kerja kuliahnya?”

Si Saya : “Ga bisa Pak, soalnya jurusan yang saya ambil ga ada kelas karyawannya. :(( ”

Si Bos : “Gimana yach mam?? *muka bingung dan kaget* Kita bicarakan lagi hari Senin aja yach man.”

Si Saya : “Okeh Pak.” *dengan perasaan lega*

Si Boss kayaknya kaget dengar berita saya mau resign. Karena sebelumnya kita baru rapat tentang rencana beberapa bulan ke depan. Di bulan Oktober sama November bakal ada acara besar. Dan perusahaan kita rencanaya mau “Show Off” ceritanya disana entar. Tapi apa boleh buat, niat saya untuk belajar lagi besar dan tak bisa dibendung lagi. πŸ˜›

Singkat cerita… Hari Senin datang. Saya masuk kerja seperti biasa. Dan si Boss langsung memerintah saya untuk segera mentransfer ilmu ke teman. Supaya kerjaan yang saya tangani sebelumnya bisa di selesaikan oleh teman saya itu. Dan itu artinya, permohonan pengunduran diri saya di terima. Thanks God. Asyik asyik asyik…

Dan sekarang tanggal 30 Juli 2010 adalah hari terakhir dimana saya bekerja di MDGT Research Group selama 1 tahun. Dan ini mungkin akan menjadi postingan terakhir yang saya posting di kantor ter”Cin(T)a” πŸ˜€

Dengan begitu artinya saya adalah orang yang selanjutnya akan meninggalkan “Tangga Harapan”. Saya adalah orang ketiga yang tereliminasi. Setelah sebelumnya Rifky di akhir bulan April, Rhendy di akhir bulan Mei dan sekarang saya di akhir bulan Juli.

Selamat Tinggal kawan-kawanku. Banyak sekali kenangan yang telah kita buat selama berada di basement. Banyak pula peristiwa yang kita lewati bersama-sama. Mulai dari angkat-angkat bareng, kerja sampai subuh, nongkrong di Tangga Harapan, karaoke bareng. hahahahaha πŸ˜€

Semoga kita bisa menggapai harapan kita semua yang selalu kita ucapkan bersama di Tangga Harapan itu. πŸ˜€

MDGT

MDGT

Tangga Harapan

37 Comments

Tangga ini bukan sekedar tangga biasa, tapi tangga dimana saya, dan 6 saudara (Asep, Fana, Rhendy, Rifky, Rizki dan Syarif) melepas rasa penat, kecewa, sebel, mengeluh, sedih, senang, mengumpat, dll.

Tangga ini biasa kami sebut β€œTangga Harapan”. Karena di tangga ini kami selalu berharap agar bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih baik pula dan pimpinan yang jauh lebih baik tentunya. Mungkin harapan kami ini yang akan mendengar hanya tembok bercat putih dan Allah swt.

Di tangga harapkan kita selalu membicarakan tentang kelakuan Si Bos yang selalu cemberut, membicarakan tamu-tamu yang mau datang ke kantor tapi setelah semua produk sudah siap diperlihatkan tamunya ga jadi datang, atau kita disuruh datang lebih awal untuk persiapan tapi ternyata tamunya tetep saja datangnya siang, tentang kerjakan kita yang semakin β€œgeje” alias ga jelas mau di bawa kemana hasilnya, ngomongin gaji yang ga naek naek, ngomongin gimana rencana supaya kita bisa terbebas dari belenggu ini, ngomongin cewe, ngomongin kejadian kejadian lucu yang terjadi selama kerja dan masih banyak lagi perbincangan yang kami bahas di β€œTangga Harapan”.

Pernah ada kejadian kita bertujuh di tegur oleh seorang mahasiswa yang akan melaksanakan solat dzuhur. Soalnya waktu itu kita lagi asyik ngobrol truz ketawa kita ga control (baca : kenceng) dan tempat kita nongkrong ini bersebelahan sama mushola, otomatislah kita kena semprottt. Kemudian kejadian selanjutnya beberapa minggu kemarin. Waktu itu lagi ada yang lagi diskusi sekitar 8 orang. Orang-orang yang berdiskusi itu jaraknya sama kita2 ga terlalu deket sekitar 15 m, tapi sekali lagi karena ketawa kita ga control (baca : kenceng banget) kita dapet semprottt lagi untuk yang kedua kalinya. Untung yang kedua kali ini kita di sapa (baca : ditegur secara halus) oleh cewe cantik. Dan bagi saya itu bukanlah suatu teguran, tapi suatu sapaan. β€œngayal disapa cewe cantik πŸ˜› β€œ

Tangga Harapan

Di β€œTangga Harapan” ini kami bertujuh biasa nongkrong saat jam istirahat yaitu jam 12.00 sampai 13.00, tapi kalo bahan pembicaraan lagi numpuk biasanya jam 13.00 kita baru masuk kantor lagi πŸ˜€ . Lalu pada saat solat Ashar sekitar jam 15.30 sampe 16.30 itu udah maksimal, karena kita juga masih bertanggungjawab sama kerjaan. Nyadar dikitlah, malu sama yang di atas hehehe Jadi klo ada yang ingin kopdar sama saya datang aja ke tanggal deket mushola Labtek VIII. πŸ˜€

Pertama kali kumpul anggota kita terdiri dari 7 orang, setelah 10 bulan bersama kini yang tertinggal hanya 5 orang. Rifky a.k.a Si Damned keluar dari kantor di akhir bulan Mei 2010, karena memilih karier ikut Kejuaraan Nasional di Bidang Pencak Silat. Kemudian disusul oleh Rhendy yang meninggalkan kami pada tanggal 3 Juni 2010 kemaren, karena merasa sudah tidak tahan kerja dengan gaji yang pas-pasan dan menunggu panggilan dari perusahaan lain yang lebih bonafit. Dan kini mungkin yang akan nongkrong sambil berharap di Tangga Harapan hanya tinggal 5 berlima. Kami juga ga tau siapa lagi yang akan pergi meninggalkan Tangga Harapan ini di bulan depan.

Bicara mengenai HARAPAN, saya mempunyai sebuah harapan di bulan Juni ini yaitu dapat lulus SNMPTN dengan nilai yang terbaik dan masuk universitas yang saya tuju. Amiiiiiiiiiiiin. Mohon do’anya ya!